
Dalam usia lanjutnya, ia masih sanggup menghafal beberapa pujian rohani serta fasih dalam berdoa. Satu pengalaman terindah ketika kami beribadah di rumahnya, ibu Lany terlihat amat bersukacita, terlihat dalam sikapnya ia seorang yang taat kepada Tuhan.

Dalam perjumpaan singkat kami dengan Ibu Peler di rumah duka, ia menceritakan apa yang kerap terjadi dihari-hari terakhir kehidupan suami yang amat dicintainya. Dari gerak geriknya, Bpk. Peler memang sudah memperlihatkan betapa ia ingin selalu intim dengan Tuhan. Dalam masa-masa sakitnya, ia terlihat sangat rajin berdoa, hingga kata-kata 'aku ingin selalu berjumpa dengan-Mu' cukup sering terdengar.

“Kami ingin semua orang tahu bahwa seseorang bisa menjadi baik tanpa harus memiliki keyakinan agama,” terang John Rafferty, juru bicara Big Apple Coalition of Reason—yang juga berafiliasi dengan The United Coalition of Reason kepada NBC. “Ada banyak kesimpangsiuran informasi mengenai kami—kaum ateis. Sebenarnya kami kaum humanis, agnostik, dan ateis, adalah bagian dari masyarakat. Kami adalah teman, tetangga, rekan kerja, dan anggota keluarga.”