SeorangSahabat.org Amsal 17:17 SeorangSahabat.org
  • Home
  • Tentang Kami
  • Renungan
  • Berita
  • Kesaksian
  • Galeri
  • Doa-ku
PASIEN RELIGIUS LEBIH BERJUANG BERTAHAN HIDUP
27 Mei 2009
pray_for_sick_people.jpgPenelitian terbaru mengenai penderita kanker menunjukkan bahwa mereka yang religius lebih berjuang bertahan hidup dibandingkan mereka yang tidak atau kurang religius.
Seperti yang diberitakan jurnal American Medical Association dan dikutip oleh Christian Today, pasien-pasien yang mengasihi Tuhan, di hari-hari terakhir mereka, tiga kali lebih banyak menerima perawatan intensif.
“Banyak orang mengira bahwa orang-orang religius memiliki prinsip bahwa hidup mereka ada di tangan Tuhan, atau dengan kata lain mereka beranggapan bahwa ‘biarlah terjadi apa yang terjadi’ tapi dugaan itu salah. Faktanya, orang-orang religius lebih agresif dalam mempertahankan hidupnya,” tutur Holly G Prigerson, peneliti senior dan direktur Center for Pyschosocial Oncology and Palliative Care Research, Boston kepada The New York Times.
“Bagi orang-orang religius, kehidupan itu sendiri adalah sesuatu yang suci dan kudus. Dan itu membuat mereka merasa bahwa adalah tugas dan kewajiban mereka untuk tetap bertahan hidup sejauh yang mereka  bisa,” imbuhnya.
Penelitian itu melibatkan 345 pasien yang tengah berjibaku bertahan hidup. Dilaporkan, hampir 80 persen responden mengaku bahwa agama membantu mereka bertahan hidup, dan lebih dari 1/3 di antaranya mengatakan bahwa agama adalah alasan untuk mempertahankan hidup. Juga, 55 persen responden ‘di saat-saat terakhir mereka’ termotivasti untuk berdoa dan membaca kitab suci.
Dibandingkan dengan pasien yang tidak atau kurang religius, hanya sedikit pasien-pasien  religius yang mempersiapkan surat wasiat atau menunjuk ahli waris.
Lebih dari 10 persen penderita kanker yang religius menghabiskan hari-hari terakhirnya di ICU, sedangkan hanya 4,2 persen pasien non-religius yang menutup mata di ICU.
Pendeta Angelika Zollfrank, dari Massachussets General, kepada The Boston Globe mengatakan ada dua cara yang dilakukan pasien dan keluarga religius untuk menanggulangi masa-masa kritis dalam hidup mereka: mempertahankan hidup sekeras mungkin, dan sadar bahwa segala sesuatu ada waktunya, ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk mati.
Menyoal kehidupan dan kematian, mari belajar pada Rasul Paulus yang mengatakan bahwa hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. (Filipi 1:21)
 




Kirim Komentar
Nama (*): Email (*):

Komentar Anda (*):



Formulir Doa