SeorangSahabat.org Amsal 17:17 SeorangSahabat.org
  • Home
  • Tentang Kami
  • Renungan
  • Berita
  • Kesaksian
  • Galeri
  • Doa-ku
Satu hal terbaik yang kami peroleh pada saat itu adalah pelajaran tentang ‘indahnya memberi’. Seringkali kita tidak sadar bahwa ketika kita memberi dengan tulus, saat itu pula kita menerima sesuatu yang besar dan sangat menyukakan hati, itulah senyuman dan rasa bahagia yang terpancar dari wajah mereka, dan pada saat yang bersamaan itu hati kita diliputi rasa sukacita yang besar. Halleluya.


Selama 33 tahun saya menghadapi dunia yang gelap dan seakan tidak punya masa depan yang jelas. Yang saya jumpai hanyalah sebuah penantian panjang hari lepas hari. Kekuatan demi kekuatan senantiasa saya himpun agar bisa tetap tegar, namun rupanya sebagai manusia yang terbatas ternyata saya tidak dapat menghindari keputusasaan.


Setelah air panas bergolak, dengan bantuan lap kain yang cukup tebal yang ditempatkan bagian pegangan wadah air panas tersebut, kemudian saya menggangkatnya dengan sangat hati-hati. ... Namun benar-benar tidak saya sadari, terdapat bagian ujung lap yang terkait pada bagian kompor gas dan tidak terlihat oleh mata. Dan ketika saya berusaha mengangkatnya, tidak sengaja sekaligus kompor gaspun ikut terseret, lalu ...


“Kalau Tuhan datang kembali nanti, banyak orang tidak akan siap (Luk 18:8)!!! Banyak orang yang tidak lagi beriman pada Kristus (karena ternyata mereka memang tidak pernah benar-benar jadi pengikut Kristus, dan tidak pernah benar-benar lahir baru. Kitab catatan kehidupan mereka tetap kotor). Goncangan demi goncangan (ekonomi, bencana, masalah, dll) akan menunjukkan siapa mereka sebenarnya (Ibr 12:26). Hanya yang tak tergoncangkanlah yang dapat bertahan.


“Itu anakku, itu anakku,” ujar Richard, Kepala Bidang Humas Pemko Padang, saat menyaksikan tim penyelamat mengeluarkan sesosok jasad dari balik reruntuhan, Kamis (1/10) siang. Sambil menenteng kamera untuk dokumentasi Pemko Padang, wajah lelaki yang biasanya riang itu kemarin tampak sangat cemas dengan mata yang merah.


Terbersit sebuah pertanyaan dalam hati saya bagaimana bisa menjadi seperti Kristus, sementara menjalankan satu perintah ini saja sudah terasa sangat berat dan banyak sekali rintangannya. Paling tidak banyak waktu yang harus diluangkan untuk menangani korban-korban yang mengalami musibah seperti ini.


Terharu hati saya membaca surat yang berisi luapan hati anak saya tersebut ... saat itu saya berseru kepada Tuhan, Ya Tuhan, tolonglah aku keluar dari persoalan ini ... Puji Tuhan, dengan visi dan kekuatan yang baru yang saya peroleh berkat surat anak saya, saya putuskan untuk mencari kerja yang lain. Tidak mudah memang, karena usia saya sudah 42 tahun. Namun, saya tidak mau menyerah! Firman Tuhan berkata bahwa tidak ada yang mustahil bagi Dia!


Tuhan menaruh kasih kepada Bpk. Kosasih hingga setelah melewati beberapa hari koma, mujizat Tuhan terjadi dan akhirnya istrinya sadar kembali. Meskipun masih terbaring tak berdaya, Bpk. Kosasih sudah sangat bersyukur kepada Tuhan dan merasakan sukacita yang luar biasa. Dalam hatinya ia mengatakan inilah jawaban Tuhan terhadap doa-doa yang ia panjatkan selama ini.


Setelah dua sendok, tiba-tiba saya merasa susah untuk menelan. Saya tersedak! Tenggorokan saya sakit dan saya mulai tidak dapat bernapas. Dengan cepat saya berusaha untuk minum air karena pikir saya pasti bisa membantu, tetapi ternyata keadaan saya menjadi semakin parah. Saya menjadi semakin kesulitan untuk bernapas. Karena saya sendirian di rumah pada waktu itu, saya berjalan ke arah jendela untuk coba berteriak meminta pertolongan; mungkin tetangga saya dapat mendengar saya.


Dengan pasti dokter spesialis tsb menyatakan bahwa penyakit yang diderita Joviana bukan Demam Berdarah dan Typhus, dan disarankan untuk kembali lagi setelah tiga hari berikutnya. Akhirnya kami pulang dan membiarkan anak kami beristirahat total di tempat tidur sambil memakan obat yang diberikan dokter spesialis tersebut. Namun semalaman Joviana semakin melemah dan sering mengatakan kepalanya pusing ...


 



Formulir Doa