SeorangSahabat.org Amsal 17:17 SeorangSahabat.org
  • Home
  • Tentang Kami
  • Renungan
  • Berita
  • Kesaksian
  • Galeri
  • Doa-ku
Suasana gembira sangat jelas terlihat pada wajah para pasien dan para sahabat lanjut usia yang mengikuti acara kebersamaan ini. Secara keseluruhan acara ini berjalan dengan sangat baik & banyak pelajaran yang telah diperoleh.


Di sinilah peran gembala. Sebagai gembala, saya harus memberikan sesuatu yang lain bagi jemaat yang homogen ini. Saya harus menyampaikan makanan rohani yang menjawab kebutuhan mereka. Saya teringat pada pernyataan seorang hamba Tuhan. Hamba Tuhan itu berkata, “Jangan sia-siakan mimbarmu. Berikan apa yang orang tidak pernah dapatkan di luar gereja, yakni Injil Tuhan.” Itulah yang saya lakukan. Setiap saat saya bergelut dengan firman. Saya minta Tuhan memberikan firman yang tepat, yang mampu menjawab persoalan umat.


Puji Tuhan, waktu saya didoakan oleh hamba-Nya, saya merasakan jamahan Tuhan dan saya disembuhkan oleh bilur Yesus. Sampai sekarang saya merasa sangat enteng dan dada saya sudah tidak sesak lagi. Halleluya.


Satu hal terbaik yang kami peroleh pada saat itu adalah pelajaran tentang ‘indahnya memberi’. Seringkali kita tidak sadar bahwa ketika kita memberi dengan tulus, saat itu pula kita menerima sesuatu yang besar dan sangat menyukakan hati, itulah senyuman dan rasa bahagia yang terpancar dari wajah mereka, dan pada saat yang bersamaan itu hati kita diliputi rasa sukacita yang besar. Halleluya.


Selama 33 tahun saya menghadapi dunia yang gelap dan seakan tidak punya masa depan yang jelas. Yang saya jumpai hanyalah sebuah penantian panjang hari lepas hari. Kekuatan demi kekuatan senantiasa saya himpun agar bisa tetap tegar, namun rupanya sebagai manusia yang terbatas ternyata saya tidak dapat menghindari keputusasaan.


Setelah air panas bergolak, dengan bantuan lap kain yang cukup tebal yang ditempatkan bagian pegangan wadah air panas tersebut, kemudian saya menggangkatnya dengan sangat hati-hati. ... Namun benar-benar tidak saya sadari, terdapat bagian ujung lap yang terkait pada bagian kompor gas dan tidak terlihat oleh mata. Dan ketika saya berusaha mengangkatnya, tidak sengaja sekaligus kompor gaspun ikut terseret, lalu ...


“Kalau Tuhan datang kembali nanti, banyak orang tidak akan siap (Luk 18:8)!!! Banyak orang yang tidak lagi beriman pada Kristus (karena ternyata mereka memang tidak pernah benar-benar jadi pengikut Kristus, dan tidak pernah benar-benar lahir baru. Kitab catatan kehidupan mereka tetap kotor). Goncangan demi goncangan (ekonomi, bencana, masalah, dll) akan menunjukkan siapa mereka sebenarnya (Ibr 12:26). Hanya yang tak tergoncangkanlah yang dapat bertahan.


“Itu anakku, itu anakku,” ujar Richard, Kepala Bidang Humas Pemko Padang, saat menyaksikan tim penyelamat mengeluarkan sesosok jasad dari balik reruntuhan, Kamis (1/10) siang. Sambil menenteng kamera untuk dokumentasi Pemko Padang, wajah lelaki yang biasanya riang itu kemarin tampak sangat cemas dengan mata yang merah.


Terbersit sebuah pertanyaan dalam hati saya bagaimana bisa menjadi seperti Kristus, sementara menjalankan satu perintah ini saja sudah terasa sangat berat dan banyak sekali rintangannya. Paling tidak banyak waktu yang harus diluangkan untuk menangani korban-korban yang mengalami musibah seperti ini.


Terharu hati saya membaca surat yang berisi luapan hati anak saya tersebut ... saat itu saya berseru kepada Tuhan, Ya Tuhan, tolonglah aku keluar dari persoalan ini ... Puji Tuhan, dengan visi dan kekuatan yang baru yang saya peroleh berkat surat anak saya, saya putuskan untuk mencari kerja yang lain. Tidak mudah memang, karena usia saya sudah 42 tahun. Namun, saya tidak mau menyerah! Firman Tuhan berkata bahwa tidak ada yang mustahil bagi Dia!


 



Formulir Doa