SeorangSahabat.org Amsal 17:17 SeorangSahabat.org
  • Home
  • Tentang Kami
  • Renungan
  • Berita
  • Kesaksian
  • Galeri
  • Doa-ku
PERTOLONGAN TUHAN TEPAT PADA WAKTUNYA
26 Juni 2009

Jovi_1.jpgHari Sabtu, 20 Juni 2009, merupakan hari bahagia bagi kami sekeluarga. Anak kedua kami, Joviana Benita (10th) berhasil memperoleh predikat juara I di kelasnya untuk yang kelima kali, artinya sejak kelas I hingga kelas V tsb, ia berturut-turut menjadi juara I. Sebagai orang tuanya tentu kami merasa bangga dan bersyukur kepada Tuhan atas karunia yang diberikan kepada keluarga kami. Hari itu Joviana sengaja meminta kami untuk menemani-nya menerima penghargaan yang diberikan oleh pihak sekolah. Dan seperti biasanya, sebagai motivasi, kami pun berencana untuk memanjakannya dengan bepergian. Namun ditengah-tengah kegembiraan hari itu, Joviana mengeluhkan keadaan kepala-nya yang tiba-tiba dirasa sangat berat dan pusing, dan ketika kami memegang tubuhnya, terasa sekali panas yang begitu tinggi.

Dengan berat hati kami membatalkan rencana untuk bepergian, dan menggantikannya dengan istirahat di rumah saja sambil memberinya obat panas seperlunya, namun panas tubuhnya tidak kunjung turun, sampai-sampai Joviana tidak bisa menyempatkan diri mengikuti sekolah minggu-nya.

Di malam ketiga karena masih tetap panas, kami mengunjungi dokter umum untuk diperiksa, dan dokter merekomendasikan untuk memeriksakan darahnya. Karena hari sudah malam, kami memutuskan pemeriksaan darah pada esoknya.

Di hari keempat, setelah pemeriksaan darah, kami bersyukur karena semua hasilnya baik alias trombosit-nya normal dan typhus-nya negatif. Namun karena pada malam hari kembali tubuhnya melemah dan panas tinggi, kami memutuskan memeriksakannya ke dokter spesialist anak dan kesimpulannya mengatakan Joviana terserang virus dan harus diberikan obat semacam anti-virus. Dengan pasti dokter spesialis tsb menyatakan bahwa penyakit yang diderita Joviana bukan Demam Berdarah dan Typhus, dan disarankan untuk kembali lagi setelah tiga hari berikutnya. Akhirnya kami pulang dan membiarkan anak kami beristirahat total di tempat tidur sambil memakan obat yang diberikan dokter spesialis tersebut. Namun semalaman Joviana semakin melemah dan sering mengatakan kepalanya pusing ...

Di hari kelima, setelah saya pulang dari bekerja, saya mendapati Joviana tetap panas dan tidak ada perubahan. Saat itu, saya berdoa dengan sungguh dan penuh pengharapan kepada Tuhan ... sambil menaikan permohonan kesembuhan dan menyatakan kepada Tuhan bahwa kami sangat terbatas dan tidak bisa berbuat apa-apa. Dalam penyerahan diri yang penuh, Tuhan berkata dalam hati saya untuk tidak mengandalkan kekuatanmu dan jangan bergantung pada siapapun manusia termasuk dokter spesialis, pernyataan Tuhan sangat jelas dalam hati saya ...
Malam itu juga, dalam kekurang mengertian kami tentang medis, atas pernyataan Tuhan malam itu, kami memutuskan untuk membawa Joviana yang sudah lunglai ke rumah sakit dan diterima di ruangan UGD. 

Halleluya! pertolongan Tuhan tepat waktu, malam itu setelah diperiksa darahnya kembali, trombosit Joviana merosot tajam dari 250 ke 73 ... malam itu juga pihak rumah sakit meminta Joviana untuk di opname.

Mengapa saya bersyukur dalam keadaan seperti itu? Jawabannya adalah Tuhan sudah memimpin kami untuk bertindak sesuai kehendakNya dan tidak begitu saja percaya kepada siapapun, meskipun mereka para dokter terlebih dokter spesialis. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena bagaimanapun hanya Dialah dokter diatas segala dokter, bahkan Ia adalah suber kesembuhan itu.

Di hari ke-enam ini, meskipun Joviana masih harus dirawat di rumah sakit, kegelisahan kami sebagai orang tua seakan sirna ... perawatan pihak rumah sakit dilakukan secara intensif dan profesional. Setiap 2 jam sekali, infus cairan yang dibutuhkan dalam perawatan sakit Demam Berdarah selalu diganti dan ditambah lagi.

Puji Tuhan ! Pertolongan Tuhan Tidak Pernah Terlambat.

Kami tidak bisa membayangkan jika hati kami tidak peka akan suara Tuhan dan selalu mengandalkan kekuatan sendiri, mungkin Joviana tidak tertolong.

Meskipun hampir seminggu Joviana tidak menikmati liburannya, namun kami bersyukur sudah diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengajarkan sesuatu tentang Kehendak Tuhan kepada Joviana, dan kami kira itulah hadiah khusus yang sudah diterimanya melalui pengalaman ini.

Terima kasih atas doa para sahabat sekalian, kami percaya kesehatan Joviana akan kembali pulih bahkan lebih dikuatkan lagi karena sudah dijamah oleh Tuhan Yesus. Amin

Tuhan Memberkati!

Oleh: Budiman Nataprawira




Komentar
parasian - 28 November 2009  15:47:51
amin dan kamu harus ttp berdoa ke Tuhan agar Tuhan menolong kamu lagi
yudi cong - 07 Juli 2009  13:33:26
Diberkatilah Orang yang mengandalkan Tuhan, Yang menaruh harapannya kepada Tuhan. Yeremia 17 ayat 7
Rita - 28 Juni 2009  18:18:25
Selamat ya buat Joviana, rencana Tuhan memang indah dan selalu mendatangkan kebaikan. Kesaksian bapak sangat memberkati, Puji Tuhan.

Kirim Komentar
Nama (*): Email (*):

Komentar Anda (*):



Formulir Doa