Kesaksian
GEMBALA HARUS TAHU KEBUTUHAN UTAMA DOMBANYA
22 April 2010
Oleh:
Sejak 1979, kala itu masih duduk di kelas enam Sekolah Dasar (SD), Pdt. Dr. Daniel Prajogo sudah mulai melayani Tuhan. Namun, tidak pernah bercita-cita menjadi pendeta. Faktanya kini, selain menjadi dosen di
DUA BELAS TAHUN SILAM
Sekitar dua belas tahun lalu, saya datang ke
DIGIRING KE LADANG PELAYANAN
Di atas telah saya katakan, sejak Sekolah Dasar (SD), saya sudah mulai melayani Tuhan. Nilai-nilai itu melekat kuat dalam diri. Bahkan, bisa dikatakan telah mendarah daging.
Tentu, suka duka menjadi gembala banyak. Namun, saya lebih banyak menikmati sukanya. Walaupun hingga sekarang saya belum punya kesempatan untuk studi teologi formal, namun dengan segala kemampuan yang Tuhan berikan, saya mendalami firman Tuhan itu sungguh-sungguh. Tentu saja berbagai alat bantu seperti buku-buku teologi dan buku-buku tafsir saya pakai semuanya. Yang terpenting di atas segalanya itu, saya bersandar penuh pada firman-Nya.
Oleh anugerah-Nya, hingga kini saya gembalakan kurang lebih 600 orang jemaat. Dari yang saya pelajari dengan jumlah jemaat sekian, seharusnya fulltimer-nya lebih dari satu. Mungkin, sekitar
UANG BUKAN MASALAH
Saya harus katakan bahwa jemaat yang dilayani di
secara finansial. Jelas mereka berasal dari keluarga berada. Implikasi dari kondisi ini, dalam pelayanan saya harus memberikan sesuatu yang lain dalam penggembalaan dan khotbah-khotbah. Sudah pasti, bila saya membicarakan tentang Tuhan yang memberkati, pasti mereka sudah mendapatkannya. Uang bukan masalah bagi mereka. Mereka punya banyak uang. Kalau fokus khotbah saya hanya seputar materi saja, mereka akan berpikir, buat apa ke gereja. Toh semua itu sudah didapatkan. Tanpa ke gereja pun mereka sudah memiliki uang.
Di sinilah peran gembala. Sebagai gembala, saya harus memberikan sesuatu yang lain bagi jemaat yang homogen ini. Saya harus menyampaikan makanan rohani yang menjawab kebutuhan mereka. Saya teringat pada pernyataan seorang hamba Tuhan. Hamba Tuhan itu berkata, “Jangan sia-siakan mimbarmu. Berikan apa yang orang tidak pernah dapatkan di luar gereja, yakni Injil Tuhan.” Itulah yang saya lakukan. Setiap saat saya bergelut dengan firman. Saya minta Tuhan memberikan firman yang tepat, yang mampu menjawab persoalan umat. Dengan belajar keras, dan bergantung pada Roh Kudus, beberapa orang mengatakan, “Setelah kembali ke
ANTARA KAMPUS DAN GEREJA
Banyak teman-teman hamba Tuhan bertanya, “Bagaimana kamu dapat melakukan semua itu?”. Saya juga tidak tahu bagaimana dapat melakukan semuanya. Memang saya adalah dosen di
Melayani memang tidak boleh dilakukan sendiri. Itu saya terapkan dalam jemaat yang saya gembalakan. Di Bethany International Church, ada tim pelayanan. Bagi saya, gereja tidak boleh tergantung pada satu orang. Bukan modelnya lagi pelayanan tergantung pada satu pribadi. Pelayanan model begini, suatu saat akan bermasalah. Gembala akan kelelahan sendiri. Karena itulah harus punya tim pelayanan yang solid.
CARI TUHAN SUNGGUH-SUNGGUH
Saya mendorong setiap orang Kristen, agar kita sungguh-sungguh mencari dalam firman Tuhan kebenaran yang sesungguhnya. Bagi saya, ini kunci dari semuanya. Pengalaman hidup dan pelayanan saya di
Saya mengumpamakan, kalau ada seorang pejabat besar berkata, ”Jangan khawatir, kalau ada apa-apa beritahukan saya.” Saya berani jamin kita hidup tanpa kekhawatiran. Padahal, yang ngomong itu hanyalah seorang pejabat. Maaf, mungkin perkataannya itu bisa meleset. Ia tidak menepati janji. Namun, kita sudah merasa tidak khawatir akibat janjinya itu. Bukankah kita seharusnya lebih percaya kepada Tuhan dan firman- Nya? Secara pribadi, saya memilih menaati firman Tuhan daripada janji orang terhebat mana pun. Tidak bermaksud merendahkan orang lain yang berjanji. Namun, saya berkeyakinan manusia bisa tidak setia dengan janjinya. Berbeda dengan Tuhan. Firman-Nya dapat dijadikan pegangan untuk selama-lamanya. Tuhan adalah kebutuhan kita yang utama.
Sumber: Majalah Bahana, April 2010
Kesaksian Lainnya
- BAHAGIA MASIH DIBERI KESEMPATAN LAYANI TUHAN
- BERKAT DI HARI ULANG TAHUN SOBAT
- PUJI TUHAN! JANTUNGKU DISEMBUHKAN.
- PELAJARAN DARI MEMBERI
- BERSYUKURLAH DENGAN KEADAANMU SAAT INI






