Renungan
MENSYUKURI SAAT INI
13 April 2011
Beberapa turis dari Eropa yang tengah berada di Afrika, menjumpai sebuah Oasis di padang gurun.
Dekat danau itu banyak batu-batuan dan terdapat sebuah papan bertuliskan: "Yang mengambil batu akan menyesal. Yang tidak mengambil batu juga akan menyesal."
Kalimat itu membuat beberapa orang tertarik untuk mengambil beberapa butir batu itu untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Yang lain acuh tak acuh menaggapinya. Mereka tidak mengambil batu2an itu dan lebih tertarik untuk menikmati segarnya air oasis.
Sekembali di Eropa, mereka menyuruh ahli permata untuk memeriksa batu2an yang mereka bawa.
Ternyata batu2an itu adalah sejenis SAFIR yang dari luar tampaknya jelek tapi di dalam merupakan permata yang sangat indah dan mahal harganya.
Mereka yang tidak membawa batu itu sangat menyesal karena tidak membawanya, namun yang membawanya pun akhirnya menyesal karena tidak membawa lebih banyak.
Bukankah kehidupan manusia serupa cerita di atas? Tuhan memberikan kehidupan yang sangat berharga. Namun bukankah kita seringkali kurang menghargai SAAT INI, justru di saat kita masih dapat menikmatinya?
Hari ini harinya Tuhan, Syukurilah! … Tuhan memberkati sahabat sekalian!
Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik. (Pengkhotbah 11:6)
Pengirim Artikel: Ruttini Mustakim
Renungan Lainnya
- MENJAGA KESEIMBANGAN HIDUP
- MENCARI KEBAHAGIAAN ...
- KUASA DOA : "TERLALU SIBUK?, JUSTRU HARUS BERDOA"
- TEMAN2 ADALAH CARA TUHAN UNTUK MENJAGA KITA
- WAKTU YANG BERHARGA





