|
IBADAH YANG SEJATI DAN IMPLEMENTASINYA (Bagian I)
16 Maret 2009
Refleksi Teologis: Ibadah yang Sejati & Implementasinya Teks: Roma 12:1; Yakobus 1: 26-27 Bagian I: Rom. 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah; itu adalah ibadahmu yang sejati.” Ø Pembedahan Teks · Konteks Roma 12:1-8 · Penafsiran: ay.1: “Garis Merah” kehidupan Kristen. · Kata “mempersembahkan” Yunani “paristanai.” - Pemakaian kata ini berkaitan dengan lingkungan Istana: menyediakan, mengabdikan kepada Raja (6:13). - Kata paristanai merupakan istilah peribadatan dari lingkungan Bait Allah: mempersembahkan (6:12-14) = penyerahan diri kepada Allah secara total. · Kata ”Tubuh”: SOMA n Muncul sebanyak 50 kali dalam tulisan Paulus 1. Paulus memakai kata ini untuk menjelaskan mengenai fisikalitas (Roma 1:24; 1 Kor. 7:4; 1 Kor. 5:3; 2 Kor. 12:2-3) 2. Tetapi Paulus juga memakai kata ini untuk perwujudan (embodiment) dari keutuhan seseorang. n 1 Kor. 6:13-20 (Ayat 13, 16, 18 => fisikalitas // Ayat 15 => embodiment dari kepribadian) n Teks2 lain: a. Roma 12:1-Paralel dalam Roma 6:13, 16. Menyerahkan tubuh = menyerahkan “diri” b. 1 Kor. 9:27 => “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya”: bukan berbicara mengenai melatih tubuh fisik, tetapi disiplin hidup dan perilaku c. Filipi 1:20 => Kristus dimuliakan dalam tubuhku. - Jadi, Tubuh harus dimengerti sebagai perwujudan keseluruhan manusia dan hubungan-hubungan yang ada di dalamnya. - TUBUH=SOMA: mengandung arti fisikalitas dan perwujudan kepribadian seseorang. n Konsep Yunani (Platonisme) ¨ Dunia yang corruptable dan berdosa ¨ Yunani, Sarx(daging) dipahami sebagai bermusuhan dengan Allah - Bagi orang Yunani tubuh hanyalah penjara, sesuatu yg dipandang rendah dan memalukan. - Tapi orang Kristen sejati tidak pernah berpendapat demikian, orang Kristen percaya bahwa tubuh adalah milik Allah. · Kata “Ibadah”: - Mempunyai suatu sejarah yg menarik. Kata “latreia” adalah kata benda dari kata kerjanya “latreuein.” Latreuein berarti: bekerja untuk mendapat upah atau gaji. - Kata ini dipakai u/ pekerja-pekerja yg bekerja bagi seseorang dan sebagai ganti tenaga dan usahanya, orang itu membayarnya. Itu merupakan pekerjaan sukarela dan bukannya perbudakan. - Kemudian artinya mulai dipakai dengan melayani, yg kemudian mengandung arti: apa yg kepadanya seseorang mengabdikan seluruh hidupnya. Misalnya, seseorang bisa dikatakan “latreuin kallei” yg artinya: memberikan hidupnya demi pelayanan keindahan. Dalam pengertian itu, artinya sama dengan mengabdikan hidupnya kepada pekerjaan itu. Di dalam Alkitab, kata ini tidak pernah berarti pelayanan pada sesama manusia, tetapi selalu dipakai u/ pelayanan kepada Allah dan ibadah kepada Allah. - Jadi, ibadah dapat berarti: Mengabdikan seluruh hidup kepada Allah. - Dalam hubungannya dengan tubuh: Rom.12:1 a. Keinginan terbesar kita seharusnya hidup kudus dan berkenan kepada Allah b. Kita harus mempersembahkan tubuh kita kepada Allah (1 kor. 6:15, 19) IMPLEMENTASI 1: Ø Ibadah Sejati: Penyerahan diri secara total kepada Allah a. Selalu mengusahakan atau mengejar hidup kudus dan berkenan kepada Allah b. Miliki sikap yg benar dalam Ibadah2 gerejawi · Ibadah bersifat eksklusif (hanya hubungan pribadi dengan Allah) - Seseorang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan ibadahnya kpd Tuhan · Tugas WL (Pemimpin Pujian) hanya untuk membawa jemaat masuk dalam hadirat Tuhan lewat pujian dan penyembahan kepada Allah, bukan untuk mengkritik jemaat.
bersambung ... |





